Minggu, 23 April 2017

PENGERTIAN DAN JENIS JENIS TOPOLOGI JARINGAN KOMPUTER

Sebelum kita membangun sebuah jaringan kita harus menentukan topologi jaringan untuk mengetahui jaringan yang pas dan efisien kita juga harus memperhatikan tempat kita memasang jaringan tersebut baru kita bisa memilih jenis topologi yang tepat untuk ruangan/lokasi tersebut.

Topologi jaringan sendiri merupakan suatu bentuk/ struktur jaringan yang menghubungkan antar komputer satu dengan yang lain dengan menggunakan media kabel maupun nirkabel.
Dalam instalasi jaringan, kita harus benar-benar memperhatikan jenis, kelebihan dan kekurangan masing-masing topologi jaringan yang akan kita gunakan.
Berikut jenis-jenis topologi jaringan beserta kelebihan dan kekurangannya :
1. Topologi Bus

Topologi bus bisa dibilang topologi yang cukup sederhana dibanding topologi yang lainnya.
Topologi ini biasanya digunakan pada instalasi jaringan berbasis fiber optic, kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan client atau node.
Topologi bus hanya menggunakan sebuah kabel jenis coaxial disepanjang node client dan pada umumnya, ujung kabel coaxial tersebut biasanya diberikan T konektor sebagai kabel end to end .
Kelebihan Topologi Bus :
§  Biaya instalasi yang bisa dibilang sangat murah karena hanya menggunakan sedikit kabel.
§  Penambahan client/ workstation baru dapat dilakukan dengan mudah.
§  Topologi yang sangat sederhana dan mudah di aplikasikan
Kekurangan Topologi Bus : 
Jika salah satu kabel pada topologi jaringan bus putus atau bermasalah, hal tersebut dapat mengganggu komputer workstation/ client yang lain.
Proses sending (mengirim) dan receiving (menerima) data kurang efisien, biasanya sering terjadi tabrakan data pada topologi ini.
Topologi yang sangat jadul dan sulit dikembangkan.

2. Topologi Star

Topologi star atau bintang merupakan salah satu bentuk topologi jaringan yang biasanya menggunakan switch/ hub untuk menghubungkan client satu dengan client yang lain.
Kelebihan Topologi Star
§  Apabila salah satu komputer mengalami masalah, jaringan pada topologi ini tetap berjalan dan tidak mempengaruhi komputer yang lain.
§  Bersifat fleksibel
§  Tingkat keamanan bisa dibilang cukup baik daripada topologi bus.
§  Kemudahan deteksi masalah cukup mudah jika terjadi kerusakan pada jaringan.
Kekurangan Topologi Star
§  Jika switch/ hub yang notabenya sebagai titik pusat mengalami masalah, maka seluruh komputer yang terhubung pada topologi ini juga mengalami masalah.
§  Cukup membutuhkan banyak kabel, jadi biaya yang dikeluarkan bisa dibilang cukup mahal.
Jaringan sangat tergantung pada terminal pusat.

3. Topologi Ring

Topologi ring atau cincin merupakan salah satu topologi jaringan yang menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya dalam suatu rangkaian melingkar, mirip dengan cincin.
Biasanya topologi ini hanya menggunakan LAN card untuk menghubungkan komputer satu dengan komputer lainnya.
Kelebihan Topologi Ring :
§  Memiliki performa yang lebih baik daripada topologi bus.
§  Mudah diimplementasikan.
§  Konfigurasi ulang dan instalasi perangkat baru bisa dibilang cukup mudah.
§  Biaya instalasi cukup murah
Kekurangan Topologi Ring :
§  Kinerja komunikasi dalam topologi ini dinilai dari jumlah/ banyaknya titik atau node.
§  Troubleshooting bisa dibilang cukup rumit.
§  Jika salah satu koneksi putus, maka koneksi yang lain juga ikut putus.
§  Pada topologi ini biasnaya terjadi collision (tabrakan data).

4. Topologi Mesh

Topologi mesh merupakan bentuk topologi yang sangat cocok dalam hal pemilihan rute yang banyak. Hal tersebut berfungsi sebagai jalur backup pada saat jalur lain mengalami masalah.
Kelebihan Topologi Mesh :
§  Jalur pengiriman data yang digunakan sangat banyak, jadi tidak perlu khawatir akan adanya tabrakan data (collision).
§  Besar bandwidth yang cukup lebar.
§  Keamanan pada topologi ini bisa dibilang sangat baik.
Kekurangan Topologi Mesh :
§  Proses instalasi jaringan pada topologi ini sangatlah rumit.
§  Membutuhkan banyak kabel.
§  Memakan biaya instalasi yang sangat mahal, dikarenakan membutuhkan banyak kabel.

5. Topologi Peer to Peer

Topologi peer to peer merupakan topologi yang sangat sederhana dikarenakan hanya menggunakan 2 buah komputer untuk saling terhubung.
Pada topologi ini biasanya menggunakan satu kabel yang menghubungkan antar komputer untuk proses pertukaran data.
Kelebihan Topologi Peer to Peer
§  Biaya yang dibutuhkan sangat murah.
§  Masing-masing komputer dapat berperan sebagai client maupun server.
§  Instalasi jaringan yang cukup mudah.
Kekurangan Topologi Peer to Peer
§  Keamanan pada topologi jenis ini bisa dibilang sangat rentan.
§  Sulit dikembangkan.
§  Sistem keamanan di konfigurasi oleh masing-masing pengguna.
§  Troubleshooting jaringan bisa dibilang rumit.



6. Topologi Tree

Topologi tree atau pohon merupakan topologi gabungan antara topologi star dan juga topologi bus. Topologi jaringan ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda-beda.
Kelebihan Topologi Tree
§  Susunan data terpusat secara hirarki, hal tersebut membuat manajemen data lebih baik dan mudah.
§  Mudah dikembangkan menjadi jaringan yang lebih luas lagi.
Kekurangan Topologi Tree
§  Apabila komputer yang menduduki tingkatan tertinggi mengalami masalah, maka komputer yang terdapat dibawahnya juga ikut bermasalah
§  Kinerja jaringan pada topologi ini terbilang lambat.
§  Menggunakan banyak kabel dan kabel terbawah (backbone) merupakan pusat dari teknologi ini.

7. Topologi Hybrid

Topologi hybrid merupakan topologi gabungan antara beberapa topologi yang berbeda.
Pada saat dua atau lebih topologi yang berbeda terhubung satu sama lain, disaat itulah gabungan topologi tersebut membentuk topologi hybrid.
Kelebihan Topologi Hybrid
§  Freksibel
§  Penambahan koneksi lainnya sangatlah mudah.
Kekurangan Topologi Hybrid
§  Pengelolaan pada jaringan ini sangatlah sulit.
§  Biaya pembangunan pada topologi ini juga terbilang mahal.
§  Instalasi dan konfigurasi jaringan pada topologi ini bisa dibilang cukup rumit, karena terdapat topologi yang berbeda-beda.

Sumber : 

Sabtu, 22 April 2017

POLA POLA GRAMATIKAL BAHASA INDONESIA

Tegar Dwi Kurnianto
Universitas Gunadarma
Dosen : Ahmad Nasher

POLA GRAMATIKAL BAHASA INDONESIA
Menurut strukturnya, kalimat bahasa Indonesia dapat berupa kalimat tunggal dan dapat pula berupa kalimat majemuk. Kalimat tunggal merupakan kalimat yang terdiri atas satu subjek dan satu predikat. Pola pembentukan kalimat tunggal, bisa berpola S + P atau P + S. 
Sedangkan kalimat majemuk merupakan kalimat yang terdiri atas dua pola kalimat atau bahkan lebih. Kalimat majemuk bisa bersifat setara, tidak setara, ataupun campuran.
Kalimat tunggal terdiri dari satu subjek dan satu predikat. Pada dasarnya, kalau dilihat dari unsur-unsurnya, kalimat-kalimat yang panjang dalam bahasa Indonesia bisa dikembalikan kepada kalimat-kalimat yang sederhana.
Kalimat tunggal yang sederhana adalah kalimat yang terdiri dari satu subjek dan satu predikat. Sehubungan dengan hal itu, kalimat-kalimat yang panjang dapat pula ditelusuri pola-pola pembentukannya. Pola-pola inilah yang dimaksud dengan pola kalimat dasar.
POLA KALIMAT DASAR.
Kalimat dasar merupakan kalimat yang berisi informasi pokok dalam struktur inti dan hanya mempunyai satu pola kalimat. Sedangkan perkembangannya tidak membentuk kalimat baru.
Dengan kata lain, kalimat dasar atau kalimat tunggal terdiri dari dua unsur inti, yaitu subjek dan predikat. Bila kedua unsur ini tidak membentuk sebuah pola baru. Berdasarkan penelitian, pola kalimat dasar dalam bahasa Indonesia seperti tertera pada tabel dibawah ini :

Kalimat Tunggal


Kelima pola dasar diatas dapat diperluas dengan berbagai penjelasan atau keterangan. Pola-pola dasar tersebut dapat digabung-gabungkan sehingga kalimat tersebut menjadi luas dan kompleks.

Kesimpulan :
Menurut strukturnya, kalimat bahasa Indonesia dapat berupa kalimat tunggal dan dapat pula berupa kalimat majemuk. Kalimat tunggal merupakan kalimat yang terdiri atas satu subjek dan satu predikat. Pola pembentukan kalimat tunggal, bisa berpola S + P atau P + S. Sedangkan kalimat majemuk merupakan kalimat yang terdiri atas dua pola kalimat atau bahkan lebih. Pola-pola dasar tersebut dapat digabung-gabungkan sehingga kalimat tersebut menjadi luas dan kompleks.

PUISI
cipt: Tegar Dwi Kurnianto

                 Kenangan
Sedih kadang datang menghampiri
mengingat dirimi dihati

Tangan yang selalu menggangguku.
Bising suara terngiang ditelingaku.
Kesal, menyebalkan kudapatkan.

Waktu yang terkikis demi sedikit.
Rasa yang mulai tumbuh
kenapa harus tumbuh jika buah itu terasa pahit
walapun kutahu kamu sudah milik dia.
Mungkin bila rasa ini tidak tumbuh, buah pahit itu
tidak akan berbuah.

Bagai anak burung yang kehilangan ibunya.
Semua yang ada dalam dada hanya bisa ku pendam
Tidak mampu untuk ku ungkapkan.

Sikap dirimu yang membuat diriku kesal
tapi aku lebih kesal dengan rasa ini
yang membuat diriku jauh dengan mu.

Andai waktu bisa diputar kembali seperti musik.
Aku ingin sikapmu seperti dulu.
Aku hanya ingin menjadi teman yang selalu disamping mu.

Sumber :
http://sahabatnesia.com/jenis-jenis-kalimat/

Sabtu, 15 April 2017

Fungsi EYD dan Kaidah Tata Tulis Baku

Tegar Dwi Kurnianto
Universitas Gunadarma
Dosen : Ahmad Nasher

Sebelum masuk ke fungsi EYD dan kaidah tata tulis baku saya ingin membawa sedikit tentang ejaan langsung saja kita bahas.

Ejaan merupakan kaidah yang harus dipatuhi oleh pemakai bahasa demi keteraturan dan keseragaman bentuk, terutama dalam bahasa tulis. Keteraturan bentuk akan berimplikasi pada ketepatan dan kejelasan makna.

Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan yang sebelumnya.


Berdasarkan sejarah perkembangan ejaan, sudah mengalami perubahan sistem ejaan, yaitu:

1. Ejaan Van Ophuysen
2. Ejaan Suwandi
3. Ejaan Melindo (Melayu Indonesia)
4. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)

Masuk ke Fungsi Pemakaian EYD.

EYD mempunyai fungsi yang cukup penting. antara lain, berfungsi sebagai berikut;
1. Permesatu, pemakaian EYD dapat mempersatukan sekelompok orang menjadi satu kesatuan masyarakat bahasa.
2. Pemberi kekhasan, pemakaian EYD dapat menjadi pembeda dengan masyarakat pemakai bahasa lainnya.
3. Pembawa Kewibawaan, pemakaian EYD dapat memperlihatkan kewibawaan pemakainya.
4. Kerangka Acuan, EYD menjadi tolak ukur bagi benar tidaknya pemakaian bahasa seseorang atau sekelompok orang.
5. Alat penyaring masuknya unsur-unsur bahasa lain ke dalam bahasa Indonesia.

Di samping kelima fungsi yang telah disebutkan, EYD sebenarnya juga mempunyai fungsi yang lain. Secara praktis, EYD berfungsi untuk membantu pemahaman pembaca di dalam mencerna informasi yang disampaikan secara tertulis. Dalam hal ini fungsi praktis itu dapat dicapai jika segala ketentuan yang terdapat di dalam kaidah telah diterapkan dengan baik.


KAIDAH TATA TULIS

Kaidah bahasa merupakan aturan pemakaian bahasa agar bahasa itu tetap terpelihara dalam perkembangannya. Dalam berbahasa, kita harus mengikuti kaidah sehingga bahasa kita menjadi terpelihara dengan baik, sesuai dengan kaidah yang berlaku. Kaidah bahasa merupakan suatu himpunan beberapa patokan umum berdasarkan struktur bahasa.

Kaidah 



  • PEMAKAIAN HURUF 
  • PENULISAN HURUF 
  • PENULISAN KATA 
  • PUNGTUASI  (TANDA BACA)

PEMAKAIAN HURUF


  • Abjad 
Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf A sampai huruf Z. 
  • Huruf Vokal 
Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a, e, i, o, dan u.
  • Huruf Konsonan 
Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf-huruf b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, o, r, s, t, v, w, r. y. dan z.
  • Huruf Diftong 
Di dalam Bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai, au, dan oi.
  • Gabungan Huruf Konsonan 
Di dalam bahasa Indonesia terdapat empat gabungan huruf yang melambangkan satu konsonan,yaitu kh,ng,ny, dan sy. Penulisannya tidak pernah diceraikan sehingga pemisahan suku katanya dilakukan sebelum atau sedudah pasangan huruf rtersdebut,misalnya sa-ngat,nya-nyi, a-khir, akh-lak, i-sya-rat
  • Pemenggalan kata
1. Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut:
    a. Jika di tengah kata ada vokal yang berurutan, pemenggalan itu dilakukan antara kedua huruf vokal itu. Contoh: ma-in, sa-at, bu-ah.
    b. Jika di tengah kata ada huruf konsonan , termasuk gabungan huruf konsonan, di antara dua buah huruf vokal, pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan. Contoh: a-nak, ba-rang, su-lit.
    c. Jika di tengah kata ada dua huruf konsonan yang berurutan, pemenggalan dilakukan diantara kedua huruf konsonan itu. gabungan huruf konsonan tidak pernah diceraikan. Contoh: man-di, som-bong, swas-ta, cap-lok, ap-ril.
    d. Jika di tengah ada tiga buah huruf konsonan atau lebih, pemenggalan dilakukan diantara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua.Contoh: in-stru-men, ul-tra,bang-krut,ben-trok.

2. Imbuhan akhiran dan imbuhan awalan, termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk serta partikel yang biasanya ditulis serangkaian dengan kata dasarnya, dapat dipenggal pada pergantian baris. Contoh: makan-an, me- rasa-kan,mem-bantu,pergi-lah.


3. Jika suatu kata terdiri atas lebih dari satu unsur dan salah satunya itu dapat bergabung dengan unsur lain, pemenggalan dapat dilakukan (1) di antara unsur-unsur itu atau (2) pada unsur gabungan itu sesuai dengan kaidah di atas.

Contoh:bio-grafi,bi-o-gra-fi,foto-grafi,fo-to-gra-fi, intro-speksi, in-tro-spek-si, kilo-gram, ki-lo-gram, kilo- meter, ki-lo-me-ter, pasca-panen, pas-ca-pa-nen.

PEMAKAIAN HURUF KAPITAL DAN HURUF MIRING

A. Huruf Kapital atau Huruf Besar


  • Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat dan nama orang. Contoh: Dia mengantuk.
  • Huruf kapital dipakia sebagai huruf pertama petikan langsung.
    Contoh:  Adik bertanya, “Kapan kita pulang?”
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan.
    Contoh: Allah, Islam,  Alkitab, Yang Maha Pengasih, hamba-Nya.
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan. keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
    Contoh: Sultan Hasanuddin, Haji Agus Salim, Nabi Ibrahim, Imam Hambali 
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.
    Contoh: Perdana Menteri Nehru,  Profesor Supomo,  Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara.
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.
    Misalnya: bangsa Indonesia, suku Sunda,bahasa Indonesia. Bentuk dasar kata turunan yanng menggunakan nama bangsa ditulis dengan huruf kecil.
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.
    Misalnya: tahun Hijriah, bulan Desember, hari Kamis, hari Galungan,hari Lebaran,Peranjg Diponegoro,Proklamasi Kemerdekaan.
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama khas dalam geografi.
    Misalnya: Asia Tenggara, Bukit Barisan, Jalan Mataram, Kali Brantas, Selat Sunda, Teluk Benggala, Tanjung Harapan.
    Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama geografi yang tidak menjadi unsur diri dan nama geografi yang digunakan sebagai nama jenis.
    Misalnya, berlayar ke teluk, menyeberanngi selat, garam inggris,gula jawa
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama resmi badan, lembaga, pemerintahan dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi.
    Misalnya: Departemen Perhubungan, Republik Indonesia, Majelis Permusyawaratan Rakyat,Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.
  • Huruf kapital dipakai dalam singkatan nama gelar dan sapaan.
    Misalnya: Dr (Doktor), M.A. (Master of Arts), Prof., S.E., S.H., Ny., Tn.,M.Pd.
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seprrti bapak,ibu,saudara,kakak,adik,dan paman yang dipakai sebagai kata ganti atau sapaan. Misalnya: Kapan Ibu berangkat?, Surat Saudara sudah saya terima.
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan, kecuali kata seperti:di,ke,dari,dan,yang,dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal.
    Misalnya:Saya sudah membaca surat kabat Pikiran Rakyat. Ia menyelesaikan makalah“Asas-Asas Hukum Perdata”
B. Huruf Miring


  • Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan.
    Contoh: majalah Bahasa dan Kesusastraan, buku Negarakertagama karangan Prapanca, surat kabar Suara Karya.
  • Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata atau kelompok kata.
    Contoh: Huruf pertama kata abad ialah a,Dia bukan menipu tetapi ditipu.
  • Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya.
    Contoh:Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia Mangostana. Politik devide et impera pernah meraja lela di negeri ini. Weltanschaaung antara lain diterjemahkan menjadi „pandangan dunia‟. Tetapi: Negara itu telah mengalami empat kali kudeta
PENULISAN KATA
A. Kata Dasar
Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. Contoh: Buku itu sangat tebal.
B. Kata Turunan
Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya.Contoh:dikelola, bergeletar,menengok,mempermainkan.


  • Jika bentuk dasar berupa gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Contoh : bertepuk tangan, garis bawahi, menganak sungai, sebar luaskan. 
  • Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus,unsur gabungan kata itu ditulis serangkai. Contoh:menggarisbawahi, menyebarluaskan. 
  • Jika salah satu ubsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai. Contoh: adipati, mahasiswa, mancanegara, antarkota, caturtunggal, dwiwarna, nonkolaborasi.
C. Bentuk Ulang 
Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung. Contoh: anak-anak, biri-biri, lauk-pauk, gerak-gerik, dibesar- besarkan.
D. Gabungan Kata 


  • Gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk, termasuk istilah khusus, unsur-unsurnya ditulis terpisah. Contoh: duta besar,orang tua,mata pelajaran,kambing hitam,meja tulis.
  • Gabungan kata termasuk istilah khusus yang mungkin meninbulkan kesalahan pengertian, dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian di antara unsur yang bersangkutan. Contoh: alat pandang-dengar, ibu-bapak kami, anak-istri saya. 
  • Gabungan kata yang sudah dianggap satu kata ditulis serangkai misalnya, bagaimana, apabila, barangkali, matahari, bilamana, daripada,kepada,padahal,sekaligus.

E. Kata Ganti -ku,kau-,-mu,dan –nya 
Kata ganti ku-,dan kau- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya ; -ku, -mu, dan -nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Contoh: Apa yang kumiliki boleh kauambil. Bukuku, bukumu,bukunya tersimpan di perpustakaan.
F. Kata Depan di,ke, dan dari
Kata depan di, ke,dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada. Contoh: Di mana Siti sekarang? Mari kita beranngkat ke pasar. Ia datang dari Surabaya kemarin.
G. Kata si dan sang
Kata si dan sang dituklis terpisah dari kata yang mengikutinya. Contoh: Harimau itu marah sekali kepada sang Kancil. Surat itu dikirim kepada si pengirim
H. Partikel
◦ Partikel -lah, -kah, dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Misalnya: Bacalah buku itu baik-baik!, Siapatah gerangan dia?,  Apatah gunanya bersedih hati?, Apakah yang tersirat dalam surat itu?
◦ Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Kelompok kata yang lazim dianggap padu ditulis serangkai, misalnya apapun, bagaimanapun, ataupun, walaupun, maupun, meskipun,kendatipun,biarpun.
◦ Pertikel per yang berarti 'mulai', 'demi', dan 'tiap' ditulis terpisah dari bagian kalimat yang mendahuluinya atau mengikutinya.
Misalnya: - Pegawai negeri sipil mendapat kenaikan gaji per 1April.
- Mahasiswa masuk satu per satu.
- Harga minyak itu Rp19.000.00 per botol

SINGKATAN
Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih.
    1) Singkatan nama orang,gelar,sapaan,jabatan diikuti dengan tanda titik.Misalnya:Muh.Yamin,A.S.Kusumawijaya,M.Sc.,M.B.A., S.E.,S.H.,Sdr.,Kol.,Prof.
    2) Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, dan dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti tanda titik.Misalnya: DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)
    3) Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik.Misalnya:dll.,dsb.,dst.,hlm.,sda.,Yth.,tetapi a.n., d.a.,u.b.,u.p. 4) Lambang kimia,singkatan satuan ukuran,takaran,timbangan,dan mata uang tidak diikuti tanda titik. Misalnya: Na (natrium), cm, kg,Rp

AKRONIM
Akronim ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal,gabungan suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata.
    a. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. Contoh: ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia), LAN (Lembaga Administrasi Negara)
    b. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital. Contoh:Iwapi (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia),Sespa (Sekolah Staf Pimpinan Administrasi).
    c. Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil. Contoh: pemilu (pemilihan umum), rudal (peluru kendali), tilang (bukti pelanggaran)

Angka dan Lambang Bilangan


  • Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor. Di dalam tulisan lazim digunakan angka Arab (0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9) atau angka Romawi [ I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, L (50), C (100), D (500), M (1000), V (5000), M (1.000.000)].
  • Angka digunakan untuk menyatakan ukuran panjang, berat, dan isi (Contoh:  0,5 sentimeter, 5 kilogram, 4 meter persegi, 10 liter) satuan waktu (1 jam 20 menit,  dan nilai uang  (Rp 5.000,00., $ 5.10* [* sebagai tanda desimal])

Angka dan Lambang Bilangan, lanjutan ...


  • Angka lazim dipakai untuk menandai nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar pada alamat. Contoh: - Jalan Tanah Abang I No. 15, - Hotel Indonesia, kamar 169 
  • Angka digunakan juga untuk memori bagian karangan dan bagian kitab suci.
    Contoh: - Bab X, Pasal 5, halaman 252, - Surah Yaasin : 9
  • Penulisan lambang bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut:
    ◦ Bilangan utuh, contoh: 12 (dua belas), 22 (dua puluh dua)
    ◦ Bilangan pecahan, contoh: ½ (setengah), ¾ (tiga perempat)
  • Penulisan kata bilangan tingkat. Contoh: Paku Buono X, Paku Buono ke-10, Paku Buono kesepuluh. 
  • Penulisan kata bilangan yang mendapat akhiran – an. Contoh: Tahun 50-an atau tahun lima puluhan
  • Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf kecuali jika beberapa lambang bilangan dipakai secara berurutan, seperti dalam perincian dan pemaparan.
    Contoh: - Amir menonton drama itu sampai tiga kali.
    - Kendaraan yang ditempuh untuk angkutan umum terdiri atas 50 bus, 100 helicak, 100 bemo.
  • Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf.
    Contoh: - Lima belas orang tewas dalam kecelakaan itu. - Pa Darmo mengundang 250 oranng tamu.
  • Angka yang menunjukkan bilangan utuh yang besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca. Contoh: Penduduk Indonesia lebih dari 200 juta orang 
  • Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka atau huruf sekaligus dalam teks kecuali di dalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. Contoh:  Di lemari itu tersimpan 805 buku dan majalah 
  • Jika bilangan dilambangkan dengan angka atau huruf, penulisannya harus tepat. Contoh:  Saya lampirkan tanda terima sebesar Rp 999,00 (sembilan ratus sembilan puluh sembilan rupiah)

PEMAKAIAN TANDA BACA
A. Tanda Titik


  • Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
  • Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar. 
  • Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjujkan waktu. 
  • Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan jangka waktu.

B. Tanda Koma (,)


  • Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.
  • Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului olah kata seperti tetapi atau melainkan.
    a.  Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat itu mendahului induk kalimatnya.
    b. Tanda koma tidak dipkai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya.

C. Tanda Titik Koma (;)


  • Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara. 
  • Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk.

D. Tanda Titik Dua (:)


  • a. Tanda titik dua dapat dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian.
    b. Tanda titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. 
  • Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.  Tanda titik dua dapat dipakai dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.

E. Tanda Hubung (-)


  • Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris 
  • Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata di belakangnya atau akhiran dengan bagian kata di depannya pada pergantian baris. 
  • Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang 
  • Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal 

F. Tanda Pisah (_)


  • Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat. 
  • Tanda pisah menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas. 
  • Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat dengan arti „sampai‟

G. Tanda Elipsisis (...)


  • Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus 
  • Tanda elipsis menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan.

H. Tanda Tanya (?)


  • Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya. 
  • Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kuranag dapat dibuktikan kebenarannya.

I. Tanda Seru (!)
Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya.

J.Tanda Kurung ((...))


  • Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau penjelasan 
  • Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan 
  • Tanda kurung mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan

K. Tanda Kurung Siku ([...])


  • Tanda kurung siku mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kaliamatyang ditulis orang lain. 
  • Tanda kurung siku mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.

L. Tanda Petik (“...”)


  • Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain. 
  • Tanda petik mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. 
  • Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.

M. Tanda Petik Tunggal („..‟)


  • Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain. 
  • Tanda petik tunggal mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata ungkapan asing.

N. Tanda Garis Miring 


  • Tanda garis miring dipakai dalam nomor surat dan nomor pada kalimat dan penanda masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim. 
  • Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan, atau tiap.

O. Tanda Penyingkat atau Apostrof („) 


  • Tanda penyingkat atau apostrof menunjukkan penghilangakn bagian kata atau bagian angka tahun.
  • Peristiwa masa silam tidak mungkin berulang lagi benarkah pandangan itu secara sekilas pandangan itu dapat kita terima namun pola kejadiannya mungkin saja tampil pada masa kini atau pada masa yang akan datang agaknya itulah yang menyebabkan timbulnya ungkapan kita perlu belajar pada sejarah karena peristiwa pada masa lampau dapat memberikan hikmah pada kehidupan masa kini atau pada masa hari esok karya sastra yang bermuatan kisah masa silam bukanlah rekaman fakta sejarah yang sesungguhnya melainkan hasil rekaan sekalipun demikian karya itu juga bukan sepenuhnya buah imajinasi pengarangnya nilai kepahlawanan atau semangat perjuangan misalnya dapat kita simak dalam novel mutiara nur sutan iskandar 1946 pagar kawat berduri trisnoyuwono 1963 Surapati abdul muis 1965 dan robert anak surapati abdul muis 1987 dalam mutiara nur sultan iskandar berkisah tentang prilaku penjajah di tanah aceh kendati ia tidak terlibat langsung dalam peristiwa itu mata batinnya mampu menjangkau dan menjadi saksi sejarah membaca termasuk salah satu tuntutan dalam kehidupan masyarakat modern dengan membaca kita dapat mengetahui dan menguasai berbagai hal banyak orang membaca kata demi kata bahkan mengucapkannya secara cermat dengan maksud dapat memahami isi bacaannya membaca kata demi kata memang bermanfaat tetapi tidak cocok untuk semua tujuan kecepatan membaca berbeda bagi setiap orang bergantung pada jenjang usianya menurut penelitian pakar kecepatan membaca bagi orang dewasa antara 900 1000 kata permenit bagi siswa sekolah dasar kelas 1 60-80 kata kelas 2 90 110 kata kelas 3 120 140 kata kelas 4 150 160 kata kelas 5 170 180 kata kelas 6 190 250 kata permenit kecepatan itu berlaku bagi kegiatan membaca dalam hati yang tentu saja tidak sama kecepatannya dengan membaca nyaring sebagaimana dikatakan kecepatan membaca erat kaitannya dengan tujuan membaca karena itu perlu dipahami teknik membaca cepat membaca sepintas dan membaca cermat membaca cepat biasanya dilakukan untuk menemukan sesuatu atau memperoleh kesan umum dari suatu bacaan kalau pembaca ingin memahami misalnya isi bagian-bagian buku ia cukup memperhatikan judul atau bagian atasnya saja membaca sepintas dipergunakan apabila seseorang ingin secara cepat menemukan misalnya tanggal nama nomor telepon tempat pertemuan indeks atau jumlah halaman buku orang yang sudah terbiasa membaca sepintas ia akan dapat secara cepat menemukan gagasan yang tertuang dalam buku yang dibacanya membaca cermat dilakukan orang untuk memperoleh pemahaman sepenuhnya terhadap isi bacaan atau buku yang dibacanya dengan membaca cermat seseorang akan dapat mengingat dan memahami ide pengarang karakter tokoh dalam bacaan fiksi konsep- konsep khusus hubungan antar bagian atau gaya penulisan
Kesimpulan:
Fungsi Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah sebagai alat pemersatu dan menjadi tolak ukur bagi benar-tidaknya pemakaian bahasa seseorang atau sekelompok orang. EYD berfungsi untuk membantu pemahaman pembaca di dalam mencerna informasi yang disampaikan secara tertulis. Dalam hal ini fungsi praktis itu dapat dicapai jika segala ketentuan yang terdapat di dalam kaidah telah diterapkan dengan baik.Kaidah bahasa merupakan aturan pemakaian bahasa agar bahasa itu tetap terpelihara dalam perkembangannya. Dalam berbahasa, kita harus mengikuti kaidah sehingga bahasa kita menjadi terpelihara dengan baik, sesuai dengan kaidah yang berlaku. Kaidah bahasa merupakan suatu himpunan beberapa patokan umum berdasarkan struktur bahasa.

Minggu, 09 April 2017

TUTORIAL INSTAL LINUX KULIAX PADA WMWARE

Sebelumnya apa sih itu Kuliax ?

Kuliax adalah sebuah distribusi Linux LiveCD yang dikembangkan oleh Kuliax Project untuk pendidikan di universitas. Distribusi ini awalnya berbasis Debian GNU/Linux dan Knoppix, kemudian setelah versi 6.0 pengembangannya diubah ke basis DebianGNU/Linux dan Debian Live. Kuliax dioptimasi ke arah penggunaan desktop Linux. Berkas image Kuliax dapat diunduh dan didistribusikan dengan bebas.

Fitur yang dimiliki Kuliax :
  • LiveCD: Anda dapat mencoba/menjalankan Kuliax langsung dari CD dan dapat pula diinstal di harddisk jika Anda menginginkannya
  • Cepat dan responsif: Sistem Kuliax telah dikonfigurasi dan dioptimasi untuk penggunaan desktop, seperti tambalan -ck patchset yang didesain untuk meningkatkan interaktivitas/latensi pada kernel Kuliax, dan lain-lain.
  • Lingkungan yang indah: Kuliax menyediakan antarmuka yang nyaman untuk bekerja
  • Deteksi/dukungan perangkat keras dan konfigurasi otomatis: Kuliax dapat mendeteksi dan mengkonfigurasi hampir semua perangkat keras yang Anda miliki
  • Dukungan komputer dan laptop modern: ACPI, Hibernate, WiFi driver dan utilitasnya, banyak tipe sistem berkas termasuk NTFS-3G untuk dukungan baca dan tulis sistem berkas NTFS
  • Berisi aplikasi lengkap untuk penggunaan umum seperti aplikasi perkantoran (office)multimedia, produktivitas, utilitas, dan program-program untuk pendidikan khususnya di universitas atau pendidikan tinggi.

Tutorial langkah-langkah instal Linux Kuliax dan membuka menu konsole pada WMware Workstation :

1. Klik icon/gambar aplikasi WMware di dekstop/di layar utama PC/Laptop kalian.


Setelah di klik akan tampil aplikasi seperti dibawah ini.



2. Selanjutnya klik Create a New Virtual Machine yang bergambar TAMBAH/PLUS. Atau bisa kalian arahkan kursor mouse kalian ke sudut kiri aplikasi dan pilih menu file dan klik New Virtual Machine dan juga bisa kalian langsung tekan CTRL+N pada keyboard, seperti gambar dibawah ini.

3. Setelah itu setting pengaturan yang ingin kalian pilih Typical atau Custom, pilih Custom untuk kalian yang mau melakukan settingan lanjutan atau settingan yang kalian inginkan jika kalian tidak mau repot-repot menyetting / kalian tidak paham kalian bisa memilih pilihan Typical karena pilihan Typical sudah direkomendasikan settingan umum atau settingan standart dan kemudian kalian klik Next seperti dibawah ini.

4. Setelah itu pilih Installer disc image file (iso) untuk kalian yang mempunyai Sistem Operasi yang berformat / berbentuk file iso dan klik browse disampingnya untuk mencari letak Iso Sistem Operasi yang kalian punya, setelah itu klik Next untuk melanjutkan.



5. Setelah itu kalian pilih Sistem Operasi yang kalian instal karena saya sedang menginstal Linux pilih linux .Dan pilih version sistem operasi setelah itu klik Next.

6. Setelah itu ketik nama Virtual Machine dan pilih lokasi penyimpanan jika ingin mengubah lokasi penyimpanan default ke penyimpanan yang ingin kalian simpan dan klik Next>  seperti gambar dibawah ini.


7. Setelah itu muncul tampilan settingan yang sebelumnya disetting jika sudah benar yang kita inginkan klik Finish, jika masih ada yang dibenarkan bisa kalian klik <Back.

8. Setelah itu sudah jadi virtual machine yang dibuat tadi.Klik Power on the virtual machine untuk menjalankan sistem operasinya.

9. Setelah itu  akan masuk ke tampilan booting tunggu sebentar jangan ketik perintah yang tertulis disaat proses masuk sampai masuk ke tampilan dekstop.

10. Setelah itu masuk ke tampilan desktop dan instalasi selesai.

11. Jika ingin diperbesar atau full screen mode bisa kalin tekan CTRL + ALT + ENTER dan juga bisa kalian pilih menu view > setelah itu klik Full Screen atau juga langsung klik icon / gambar full screen, seperti dibawah ini


12. Setelah itu untuk masuk ke konsole linux kalian bisa arahkursor mouse kalian ke bagian bawah yang bergambar / berlogo monitor.




Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Kuliax
Tegar Dwi Kurnianto


Selesai Selamat Mencoba ☺